Sebanyak hampir 50 orang mengalami luka-luka, termasuk empat anak-anak, setelah sebuah mobil menabrak kerumunan pada parade kemenangan Liverpool FC di Liga Premier. Insiden ini terjadi di tengah perayaan yang penuh semangat setelah tim sepak bola favorit tersebut meraih kemenangan.
Seorang pria berusia 53 tahun telah ditangkap oleh pihak kepolisian setempat. Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa insiden ini tidak dianggap sebagai tindakan terorisme. Menurut polisi, mereka hanya mengklasifikasikan suatu peristiwa sebagai terorisme jika dianggap bertujuan untuk mempengaruhi pemerintah atau menakut-nakuti masyarakat demi kemajuan suatu tujuan politik, agama, rasial, atau ideologis.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mengungkapkan keprihatinannya melalui media sosial, menyatakan, "Adegan di Liverpool sangat mengerikan - pikiran saya bersama semua orang yang terluka atau terpengaruh."
Insiden ini tentunya mengejutkan banyak orang, terutama saat mereka sedang merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Parade tersebut seharusnya menjadi momen bahagia, namun berakhir dengan tragedi. Pihak kepolisian terus menyelidiki kejadian ini untuk mencari tahu lebih lanjut dan memastikan keamanan warga.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai insiden ini. Pihak berwenang akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan penyelidikan.
Liverpool kecelakaan parade Premier League terluka