Pada hari kedua Ponorogo Creative Festival PRINGHARMONIC, yang berlangsung pada Jum’at, 23 Mei 2025, di Jalan Alun-alun Utara, sebuah acara menarik digelar. Festival ini merupakan perpaduan unik antara seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para seniman, tetapi juga sebagai medium untuk menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu penampilan yang paling menarik berasal dari kolaborasi teatrikal yang melibatkan seniman lokal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, serta komunitas pegiat lingkungan.
Dalam pertunjukan tersebut, mereka menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai kesiapsiagaan bencana dan kesadaran untuk menjaga bumi dari kerusakan. Dengan narasi visual dan aksi panggung yang kuat, penonton diajak untuk merenungkan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
Sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap pelestarian alam, pada malam itu juga dibagikan bibit pohon kepada para pengunjung. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam.
Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan pentingnya menjaga lingkungan. Ia menjelaskan bahwa ada hubungan yang erat antara lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. "Lingkungan hidup bukan sekadar latar tempat tinggal manusia, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari kebutuhan dasar makhluk hidup, seperti udara, air, tanah, dan pangan," ungkapnya.
Bunda Lisdyarita juga menekankan, "Menjaga lingkungan artinya kita menjaga kehidupan. Kita harus menjaga udara yang kita hirup, melindungi tanah, dan menyelamatkan air. Mari tanam dan jaga pohon, serta jangan buang sampah sembarangan." Pesan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Ponorogo festival seni budaya lingkungan bencana