Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penelitian Temukan Pola Bulu Kucing Baru di Finlandia

Peneliti dari Finlandia telah mengidentifikasi pola bulu kucing baru yang menghasilkan efek ombre yang tidak biasa. Pola ini, yang dinamakan "salmiak" karena mirip dengan permen licorice asin Nordik, pertama kali didokumentasikan pada tahun 2007 di desa Petäjävesi.

Tim ilmuwan dari Universitas Helsinki dan Mars Petcare Science & Diagnostics melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk menyelidiki dasar genetik dari penampilan yang khas ini. Studi mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Animal Genetics tahun ini, menemukan bahwa pola ini terkait dengan penghapusan besar sepanjang 95 kilobase di dekat gen KIT. Mutasi spesifik ini belum pernah dicatat pada kucing domestik sebelumnya.

Dalam penelitian tersebut, tim menganalisis 181 kucing Finlandia dan menemukan hanya lima kucing yang memiliki pola salmiak secara lengkap, sementara tiga lainnya membawa gen tersebut tanpa mengekspresikannya. Peneliti utama, Heidi Anderson, menjelaskan bahwa berbeda dengan banyak gen bulu putih yang sering menyebabkan masalah pendengaran, mutasi resesif ini menghasilkan penampilan berembun tanpa mempengaruhi kemampuan pendengaran kucing.

Pola salmiak dapat muncul pada berbagai warna dasar bulu, tetapi paling umum ditemukan pada kucing hitam, di mana ia menciptakan efek seperti tuxedo dengan bintik-bintik putih. Para peneliti juga telah mengamati pola ini pada kucing dengan bulu biru, cokelat, dan tortoiseshell. Banyak kucing salmiak menunjukkan ekor putih atau sebagian putih yang melengkapi penampilan keseluruhan mereka.

Penemuan genetik ini menambah pemahaman kita tentang pewarisan bulu pada kucing dan mungkin menarik perhatian program pembiakan yang ingin mempertahankan sifat langka dari Finlandia ini. Karena sifat resesif dari mutasi ini, kedua orang tua harus membawa gen tersebut agar keturunannya dapat menampilkan pola salmiak. Hal ini menjelaskan mengapa kucing-kucing ini tetap relatif jarang bahkan di daerah asalnya.

library_books Science