Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Trump Ancaman Tarif 25 Persen untuk Apple

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah meningkatkan ketegangan dengan CEO Apple, Tim Cook, dengan mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen pada perusahaan tersebut. Ancaman ini datang sebagai respons terhadap keinginan Trump agar Apple tidak memproduksi iPhone di China atau India.

Menurut Trump, ia menginginkan agar Apple memindahkan seluruh proses pembuatan iPhone ke Amerika Serikat. Pesan yang jelas ia sampaikan kepada Cook adalah: "Pindahkan pabrik ke AS, atau hadapi konsekuensinya."

Namun, pemindahan produksi iPhone ke AS diperkirakan akan sangat mahal dan menyulitkan bagi Apple. Hal ini juga bisa membuat harga iPhone menjadi lebih mahal bagi konsumen. Pada bulan Februari, Apple telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan sebesar 500 miliar dolar AS di Amerika selama empat tahun ke depan. Investasi ini termasuk pembangunan pabrik baru di Texas serta pengembangan pelatihan dan fasilitas bagi para pekerja.

Meskipun langkah tersebut merupakan upaya Apple untuk memenuhi permintaan pemerintah, tampaknya hal itu belum cukup untuk memuaskan Trump. Ketegangan antara kedua pihak ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara perusahaan teknologi besar dan kebijakan pemerintah.

Dunia kini menantikan bagaimana pertempuran antara Trump dan Apple ini akan berlanjut. Apakah Apple akan patuh pada permintaan Trump, ataukah akan terus memproduksi di negara lain? Hanya waktu yang akan menjawab.

library_books Mashable