MADIUN — Ribuan peserta memadati jalanan Kota Madiun pada malam Jumat (24/5) untuk mengikuti Aspirasi Run 2025. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga merupakan sebuah pesta rakyat yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Kota Pendekar.
Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, menyambut hangat para peserta yang hadir. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan Kota Madiun sebagai kota yang ramah dan terbuka bagi semua orang. “Selamat datang di Kota Madiun, tanpa visa, tanpa paspor. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin. Semoga yang hadir di sini bisa membawa keluarganya untuk menikmati keindahan dan keramahan Kota Madiun,” ujarnya.
Aspirasi Run menawarkan dua pilihan rute lari, yaitu 5K dan 10K. Rute 5K meliputi jalan-jalan seperti Jalan Mastrip, Parikesit, Bolodewo, Rimba Karya, hingga Jalan Jenderal Sudirman, sebelum kembali lagi ke Jalan Mastrip. Sedangkan rute 10K lebih panjang dan menantang, melewati beberapa jalan termasuk Pahlawan, Semeru, dan Cokroaminoto.
Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan lebih dari 11 ribu orang mendaftar untuk mengikuti acara ini. Sekretaris DPRD Jawa Timur, Mohammad Ali Kuncoro, mengapresiasi jumlah peserta yang sangat banyak. “Kota Madiun untuk pertama kalinya bisa menampung 10 ribu peserta selama dua hari penuh. Kita buka pendaftaran online, dan yang daftar sampai 11 ribu,” katanya.
Event ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Dengan banyaknya peserta dan pengunjung, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan nasional.
Aspirasi Run tidak hanya menciptakan ruang untuk berolahraga dan bersenang-senang, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi serta semangat baru bagi masyarakat Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan di tahun-tahun mendatang sehingga bisa semakin menguatkan komunitas dan meningkatkan pariwisata di daerah ini.
Aspirasi Run Madiun Wali Kota olahraga ekonomi