MANOKWARI – Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama Tim INAFIS Polda Papua Barat berhasil mengidentifikasi 15 jenazah korban yang terjebak dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor. Bencana tersebut melanda Kampung Jim, Distrik Catubouw, yang berada di kawasan Pegunungan Arfak.
Kepala Biddokes Polda Papua Barat, Kombes Pol dr Iskandar, mengungkapkan bahwa seluruh jenazah yang diterima dari Tim SAR gabungan telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi ini dilakukan dengan cermat dan hati-hati, mengingat pentingnya memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat setempat. Banyak rumah yang hancur, dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tim DVI dan INAFIS berusaha secepat mungkin untuk memberikan informasi yang diperlukan kepada keluarga korban mengenai identitas jenazah yang ditemukan.
"Kami berkomitmen untuk membantu proses pemulangan jenazah kepada keluarga dan memastikan bahwa mereka mendapatkan hak untuk mengetahui keberadaan dan identitas anggota keluarga mereka yang hilang," jelas dr Iskandar.
Proses identifikasi tersebut melibatkan berbagai teknik, termasuk pemeriksaan sidik jari, analisa DNA, dan pemeriksaan visual untuk memastikan keakuratan identifikasi. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan identitas, yang dapat menambah duka bagi keluarga yang sudah berduka.
Dengan adanya identifikasi ini, diharapkan keluarga korban bisa mendapatkan penutupan yang layak dan bisa memulai proses berduka dengan lebih baik. Tim DVI dan INAFIS akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani situasi ini, serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.
korban teridentifikasi pegunungan arfak banjir