Negara-negara Baltik, termasuk Lithuania, kembali menunjukkan ketidakpuasan mereka setelah lembaga penerbitan hubungan luar negeri Rusia, Moscow State Institute of International Relations, menerbitkan sebuah buku yang dianggap memutarbalikkan sejarah. Buku ini disebut-sebut oleh para ahli sebagai propaganda.
Ini bukan pertama kalinya Rusia melakukan hal seperti ini. Pada tahun 2022, Moskow telah menerbitkan buku serupa yang memutarbalikkan sejarah Ukraina, ditulis oleh penulis yang sama dan dengan kata pengantar dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Sebelum invasi ke Ukraina, Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga menerbitkan sebuah esai yang secara terbuka mempertanyakan keabsahan perbatasan Ukraina, yang bisa dianggap sebagai persiapan ideologis untuk aksi militer.
Menurut laporan dari Institute for the Study of War (ISW), "Para pejabat senior Kremlin terus menciptakan kondisi informasi yang dapat mendukung operasi militer terhadap Lithuania (dan negara-negara NATO lainnya) dengan mempromosikan narasi yang menyangkal kedaulatan Lithuania dan negara-negara bekas Uni Soviet lainnya."
Lithuania sendiri adalah bagian dari Uni Soviet hingga negara ini menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1990. Pada tahun 2004, Lithuania menjadi anggota NATO dan juga negara anggota Uni Eropa. Seperti negara-negara Baltik lainnya, Lithuania telah berulang kali memperingatkan mengenai ancaman keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh ambisi ekspansionis Rusia.
Postingan ini menggantikan versi sebelumnya dari carousel yang secara keliru menyatakan bahwa ribuan tentara Jerman sudah ditempatkan di Lithuania.
Moskow buku propaganda negara Baltik Lithuania