Setelah 19 bulan, narasi tentang Gaza dari negara-negara Barat telah berubah. Kini, mereka mulai mengeluarkan kritik keras terhadap Israel. Sejak beberapa waktu lalu, Israel telah melakukan serangan besar-besaran yang menyebabkan penderitaan bagi lebih dari dua juta warga Palestina. Masyarakat di negara-negara Barat, seperti Inggris, Prancis, dan Kanada, kini menganggap rencana Israel untuk menghancurkan sisa-sisa Gaza yang masih berdiri sebagai tindakan yang tidak proporsional dan tidak dapat diterima.
Perubahan nada ini datang setelah banyak berita di media Barat yang mulai menggunakan bahasa yang lebih tegas dalam mengkritik Israel. Sebelumnya, banyak orang menganggap bahwa keadaan di Gaza tidak terlalu diperhatikan oleh para pemimpin Barat. Namun, saat ini, mereka mulai menunjukkan kepedulian yang lebih besar terhadap penderitaan di Gaza. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan Israel.
Namun, banyak yang berpendapat bahwa perubahan ini terlihat terlalu mendadak. Seolah-olah ada yang mengarahkan mereka untuk mengubah pandangan mereka. Dalam kenyataannya, para pemimpin ini sepertinya masih berkolaborasi dengan Israel dan Amerika Serikat dalam hal kritik terhadap tindakan Israel di Gaza, sama seperti mereka sebelumnya mendukung tindakan tersebut.
Narasi baru yang mereka bangun memiliki beberapa keuntungan. Hal ini membuat mereka terlihat tidak bersalah dalam tragedi yang terjadi di Gaza. Mereka bisa mengalihkan perhatian dengan menyalahkan satu orang, yaitu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dengan cara ini, mereka dapat terus mendukung negara Israel tanpa merasa bersalah atas tindakan yang telah dilakukan.
Namun, banyak orang yang mempertanyakan apakah perubahan pendapat ini benar-benar tulus, atau hanya sekadar strategi politik untuk memperbaiki citra mereka di mata masyarakat internasional. Penderitaan rakyat Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak dapat diabaikan begitu saja. Narasi yang terus berubah ini mencerminkan betapa rumitnya situasi politik di dunia saat ini dan bagaimana kepentingan politik sering kali mendominasi perhatian terhadap kemanusiaan.
Gaza Israel kritik narasi politik