Pada pekan ini, peneliti dari Universitas Bayreuth telah mencapai terobosan penting dalam bidang rekayasa genetika. Mereka berhasil menciptakan laba-laba pertama di dunia yang telah dimodifikasi menggunakan teknologi CRISPR, menghasilkan laba-laba yang memproduksi sutra berwarna merah yang bercahaya.
Tim yang dipimpin oleh Profesor Thomas Scheibel dan mahasiswa doktoral Edgardo Santiago-Rivera, melakukan modifikasi pada laba-laba rumah biasa (Parasteatoda tepidariorum). Proses ini dimulai dengan menyuntikkan larutan CRISPR yang baru, yang mengandung gen protein fluoresen merah, ke dalam telur laba-laba yang belum dibuahi. Setelah itu, telur-telur tersebut dikawinkan dengan laba-laba jantan.
Pencapaian ini mengatasi berbagai tantangan yang selama ini menghalangi penelitian genetika pada laba-laba. Beberapa tantangan tersebut termasuk sifat kanibalistik laba-laba, struktur genom yang kompleks, dan kesulitan teknis dalam bekerja dengan telur laba-laba. Ketika keturunan dari eksperimen ini mulai memintal jaring, sutra yang dihasilkan terlihat bercahaya merah terang di bawah cahaya khusus. Hal ini menandakan bahwa modifikasi genetik berhasil dilakukan tanpa mengganggu sifat struktural luar biasa dari sutra laba-laba.
Lebih dari sekadar menciptakan sutra berwarna-warni, penelitian ini membuka kemungkinan menarik untuk meningkatkan kualitas sutra laba-laba. Saat ini, sutra laba-laba sudah lima kali lebih kuat dari baja jika dibandingkan dengan beratnya, namun tetap ringan dan dapat terurai secara alami. Kemampuan untuk menggabungkan urutan genetik baru ke dalam protein sutra dapat menghasilkan bahan biomaterial yang revolusioner. Bahan-bahan ini bisa memiliki sifat antimikroba, konduktivitas listrik, atau kemampuan untuk mengantarkan obat, sambil tetap mempertahankan proses perakitan alami yang memberikan sutra laba-laba kekuatan dan elastisitas yang luar biasa.
Penelitian ini tidak hanya menarik perhatian dunia ilmiah, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi baru di berbagai bidang, termasuk kedokteran dan material. Dengan kemajuan ini, para peneliti berharap dapat terus mengeksplorasi potensi tak terbatas dari sutra laba-laba yang telah dimodifikasi secara genetik.
laba-laba genetika CRISPR sutra merah penelitian