TEKANAN INTERNASIONAL TERHADAP ISRAEL
Israel sedang menghadapi kritik yang semakin meningkat dari berbagai negara internasional terkait serangannya di Gaza. Dalam beberapa hari terakhir, serangan ini telah mengakibatkan kematian ratusan warga Palestina dan Israel sedang mempersiapkan untuk menguasai Jalur Gaza sepenuhnya.
Yair Golan, pemimpin partai oposisi Israel, Demokrat, mengeluarkan pernyataan keras terhadap pemerintah. Dalam wawancaranya dengan radio publik Kan, ia menyatakan bahwa Israel "menuju menjadi negara terasing di antara bangsa-bangsa, seperti Afrika Selatan di masa lalu."
Komentar Golan ini, yang merupakan kritik langka dari dalam Israel, mengundang reaksi keras dari anggota parlemen baik koalisi maupun oposisi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebutnya sebagai "fitnah darah antisemit."
Walaupun Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan bantuan "terbatas" ke Gaza setelah hampir tiga bulan pemblokadean, hingga saat ini, bantuan tersebut belum sampai ke tangan warga yang membutuhkan, menurut laporan PBB.
Pada hari Selasa, kepala kemanusiaan PBB memperingatkan bahwa 14.000 bayi akan meninggal dalam dua hari jika bantuan PBB tidak dapat menjangkau mereka. Ia juga membela penggunaan kata "genosida" untuk menggambarkan tindakan Israel, menjadikannya sebagai pejabat PBB pertama yang menggunakan istilah tersebut.
Inggris juga mengambil langkah tegas dengan menghentikan pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas dengan Israel, memanggil duta besar Israel di Inggris, dan menerapkan sanksi baru terhadap pemukim di Tepi Barat. Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyatakan bahwa peningkatan ketegangan ini "merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai rakyat Inggris."
Dalam pernyataannya, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan bahwa blok Eropa sedang mempertimbangkan untuk meninjau perjanjian kerjasama mereka dengan Israel, meskipun belum ada tindakan konkret yang diumumkan.
Israel membela tindakan militernya di Gaza dengan menyatakan bahwa mereka sedang mempertahankan keberadaan Israel. Mereka juga membalas pernyataan Kallas dengan menyebutnya sebagai "pemahaman total yang salah tentang realitas kompleks yang dihadapi Israel." Juru bicara kementerian luar negeri Israel merespon keputusan Inggris untuk menghentikan pembicaraan perdagangan sebagai "obsesi anti-Israel dan pertimbangan politik domestik."
Israel Gaza kritik serangan PBB Inggris