Investor global semakin agresif dalam memburu aset-aset berisiko, terutama saham-saham di pasar negara berkembang. Hal ini terjadi di tengah meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Menurut laporan dari Bloomberg pada Rabu, 21 Mei 2025, aliran dana ke Exchange-Traded Funds (ETF) yang berfokus pada pasar negara berkembang terus mengalami peningkatan dalam empat minggu berturut-turut. Ini menandakan bahwa total aliran dana ke sektor ini kini berada di zona positif untuk pertama kalinya sejak awal tahun.
Salah satu ETF yang mencatatkan prestasi luar biasa adalah Avantis Emerging Markets Equity, yang memiliki dana kelolaan sebesar USD 9,7 miliar. ETF ini berhasil mencatatkan arus masuk lebih dari USD 1 miliar dalam periode sebelumnya, yang merupakan lonjakan terbesar dalam sejarah dana tersebut.
Arus masuk yang signifikan ini juga menyumbang lebih dari separuh total aliran dana masuk ke ETF pasar negara berkembang yang terdaftar di Amerika Serikat dan berinvestasi secara lintas negara.
Keadaan ini menunjukkan adanya kepercayaan investor yang meningkat terhadap pasar negara berkembang, khususnya setelah meredanya ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia, yaitu Amerika Serikat dan China. Para investor kini lebih berani mengambil risiko dengan menempatkan dananya di saham-saham yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi di negara-negara berkembang.
Dengan situasi ini, para analis memperkirakan bahwa tren positif ini akan terus berlanjut, dan pasar negara berkembang akan semakin menarik perhatian investor global. Ini juga menjadi sinyal bahwa ekonomi global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah periode ketidakpastian yang panjang.
investor global saham negara berkembang ETF arus masuk