Amerika Serikat terus meminjam uang dalam jumlah besar meskipun tidak mengalami krisis ekonomi. Selama satu tahun terakhir, pemerintah federal telah meminjam sekitar $2 triliun, atau setara dengan 6,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini terjadi meskipun tidak ada situasi darurat yang membuat negara harus mengeluarkan banyak uang.
Peringkat kredit Amerika Serikat juga mengalami penurunan. Moody’s, sebuah lembaga pemeringkat, baru-baru ini mencabut peringkat kredit triple-A yang terakhir dimiliki oleh negara tersebut. Peringkat triple-A adalah peringkat tertinggi yang menunjukkan bahwa suatu negara memiliki risiko yang sangat rendah dalam membayar utang.
Namun, pada hari Minggu, komite anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan sebuah undang-undang yang disebut oleh mantan Presiden Donald Trump sebagai "besar dan indah". Undang-undang ini berisi pemotongan pajak yang dibiayai oleh defisit, yang artinya pemerintah akan meminjam lebih banyak uang untuk melaksanakan kebijakan ini.
Para politisi yang seharusnya berdiskusi tentang cara untuk menghemat anggaran justru terlihat berencana untuk meningkatkan jumlah pinjaman. Jika mereka tidak memikirkan kembali langkah ini, ada risiko bahwa keadaan bisa menjadi krisis yang lebih serius di masa depan.
Foto: Reuters
Amerika Serikat pinjaman krisis peringkat kredit ekonomi