Perum Jasa Tirta I (PJT I) menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan melindungi masyarakat dari bencana dengan cepat tanggap mengatasi banjir di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Mei 2025.
Wilayah Hulu Parit Raya dan Kali Munjungan mengalami fenomena cuaca ekstrem yang mengakibatkan curah hujan kumulatif mencapai lebih dari 100 mm per jam. Hal ini menyebabkan peningkatan signifikan pada debit air di hilir, yang berpotensi menimbulkan genangan jika tidak segera ditangani.
Menanggapi situasi tersebut, PJT I melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak terkait. Mereka membuka Pintu 1 dan Pintu 2 di Terowongan Tulungagung Selatan secara bertahap. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kapasitas penampungan air dan mengatur aliran keluar agar tetap aman.
Langkah ini merupakan bagian dari pengelolaan banjir yang berbasis data real-time dan observasi yang akurat. PJT I juga melakukan pemantauan terus-menerus serta koordinasi lintas sektor untuk mendukung mitigasi bencana. Dengan demikian, mereka berupaya memperkuat ketahanan infrastruktur sumber daya air di Trenggalek.
Dengan tindakan cepat dan strategis ini, diharapkan bencana banjir dapat diminimalisir dan masyarakat dapat terhindar dari dampak yang lebih besar.
Perum Jasa Tirta I banjir Trenggalek cuaca ekstrem