Dalam waktu satu setengah tahun terakhir, Gaza telah mengalami situasi yang sangat mengkhawatirkan. Terjadi banyak kekerasan yang disertai dengan runtuhnya sistem kesehatan di wilayah tersebut. Namun, Asosiasi Medis Israel (IMA) tetap diam dan hanya mengeluarkan pernyataan singkat setelah lebih dari 19 bulan konflik yang menyebutkan kondisi serius di Gaza dan menyerukan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk.
Sayangnya, pernyataan IMA tidak cukup kuat. Mereka lebih banyak mengikuti narasi militer dan menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus dilindungi dari penyalahgunaan. IMA juga memperingatkan agar rumah sakit tidak digunakan sebagai tempat untuk teroris. Hal ini menunjukkan bahwa IMA tidak hanya membiarkan, tetapi juga membenarkan serangan militer terhadap infrastruktur kesehatan, bukannya mengecamnya secara tegas.
IMA, yang mewakili sebagian besar dokter di Israel, telah menjadi bagian penting dalam menyelaraskan sektor medis dengan tujuan negara. Meskipun mengklaim sebagai badan profesional yang netral, mereka aktif membela tindakan militer Israel, melobi melawan kecaman internasional, dan mendukung narasi pro-perang dengan dalih diplomasi medis.
Hubungan antara dunia medis dan militer ini tidak hanya sebatas kata-kata. Beberapa dokter terlihat membawa senjata di dalam rumah sakit, dan dokter keluarga membantu memfasilitasi persenjataan bagi warga sipil pemukim. Bahkan, ada dokter Israel yang dengan bangga mengungkapkan keinginannya untuk memasuki Gaza dengan senjata dan ikut serta dalam aksi pembunuhan, menganggapnya sebagai bagian dari tugasnya sebagai dokter. Puluhan dokter Israel juga mendukung pemboman rumah sakit di Gaza tanpa menghadapi konsekuensi profesional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ada keterlibatan aktif, bukan sekadar bersikap acuh. Beberapa tenaga kesehatan bahkan terlibat dalam pengabaian terhadap tahanan Palestina yang terluka. Campuran antara peran militer dan medis, serta penekanan suara-suara Palestina, memperlihatkan sistem kesehatan di Gaza bukanlah ruang netral untuk memberikan perawatan, melainkan menjadi alat kekerasan negara.
Gaza Israel kesehatan dokter militer