Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ancaman Semburan Lumpur Panas dari Proyek Geothermal di Sumut

Mandailing Natal, Sumatera Utara – Setelah serangkaian kebocoran gas H2S yang telah menyebabkan korban jiwa dan ratusan orang dirawat di rumah sakit, kini keselamatan warga sekitar kembali terancam. Proyek panas bumi yang dikelola oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) memunculkan masalah baru berupa semburan lumpur panas yang berserakan di lahan garapan warga.

Semburan lumpur panas ini terjadi di sekitar wilayah pengeboran panas bumi, semakin memperburuk situasi bagi masyarakat yang tinggal di dekat lokasi tersebut.

Sementara itu, pemerintah masih bertekad untuk melanjutkan proyek panas bumi meskipun ada risiko yang mengancam keselamatan warga. Mereka bahkan mempromosikan proyek ini dalam forum global untuk menarik investasi, seperti Asian Zero Emissions Community (AZEC). Forum ini disponsori oleh pemerintah Jepang dan baru-baru ini berhasil mencapai kesepakatan finansial untuk proyek PLTP Muara Laboh, yang akan mengembangkan Unit 2 dan 3 dengan total investasi mencapai USD 992 juta.

Kekuasaan juga menggunakan berbagai cara, termasuk aparat keamanan, untuk menjaga kelangsungan proyek ini. Praktik intimidasi dan kekerasan terhadap warga yang menolak proyek menjadi hal yang umum. Banyak warga memilih untuk mempertahankan ruang hidup mereka daripada menjadi korban dari aktivitas ekstraktif yang merugikan.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh proyek energi panas bumi, akan diadakan diskusi pada hari Selasa, 20 Mei 2025, pukul 19.00 WIB melalui platform Zoom. Diskusi ini bertajuk "Pembangkit Energi Rendah Karbon Tinggi Korban - Tumbal Transisi Energi Panas Bumi".

Para pembicara dalam diskusi ini terdiri dari warga yang terdampak, seperti Ahmad Roihan dari Mandailing Natal, Andi Saut Halomoan dari Sarulla, Cece Jaelani dari Gunung Gede, Ega Susmita dari Padarincang, dan Servasius Masyudi O dari Pocoleok. Diskusi ini akan dimoderatori oleh Alfarhat Kasman dari JATAM.

"Kami ingin menyuarakan kekhawatiran masyarakat dan risiko yang kami hadapi akibat proyek ini," ujar salah satu warga yang terlibat dalam diskusi.

Warga diharapkan dapat bergabung dan berpartisipasi dalam diskusi ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang isu yang sangat penting ini.

library_books Jatamnas