Perang dagang yang dipicu oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memberikan dampak yang sangat besar bagi ribuan perusahaan di Amerika, termasuk salah satu raksasa teknologi, Apple. Pada awal bulan April, perusahaan ini menghadapi ancaman tarif hingga 145% untuk smartphone yang diproduksinya di China.
Namun, pada hari Senin, sebuah kesepakatan sementara berhasil dicapai. Kesepakatan ini mengurangi tarif untuk sebagian besar barang impor dari China menjadi 30% selama 90 hari. Meskipun demikian, ketidakpastian mengenai masa depan perdagangan ini telah menghapus ratusan miliar dolar dari nilai pasar Apple.
Situasi ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Menurut laporan, Apple sedang berusaha untuk memindahkan sebagian produksi iPhone dari China ke India.
Sebuah buku yang baru terbit mengajukan pertanyaan penting bagi para investor dan pembuat kebijakan: Bisakah Apple bertahan tanpa China? Buku ini menjelaskan bagaimana salah satu perusahaan paling berharga di dunia ini menjadi sangat bergantung pada negara tersebut.
Dengan perubahan yang cepat dalam dunia perdagangan dan teknologi, masa depan Apple dan hubungannya dengan China tetap menjadi topik yang menarik untuk diperhatikan.
Foto: Getty Images
Donald Trump perang dagang Apple tarif China India