Pada hari Sabtu, sebuah konferensi besar Liga Arab dimulai di Baghdad, Irak. Acara ini dihadiri oleh banyak pemimpin dari negara-negara Arab dan juga pejabat internasional. Namun, Presiden Suriah tidak menghadiri acara ini. Keputusan ini diambil setelah ada protes dari rakyat Irak karena masa lalu Suriah dan hubungannya dengan kelompok militan.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjadi pemimpin Arab pertama yang tiba di Baghdad pada hari Jumat. Lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani datang ke acara ini pada hari Sabtu. Meski begitu, banyak pemimpin dari negara-negara Teluk, termasuk negara kaya minyak, tidak hadir karena alasan politik.
Selain pemimpin dari negara-negara Arab, acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Mereka datang untuk membahas berbagai masalah penting di kawasan, seperti serangan yang terus dilakukan Israel ke Jalur Gaza, yang menyebabkan banyak penderitaan bagi warga Palestina.
Sebelumnya, ada kontroversi tentang undangan yang diberikan oleh Perdana Menteri Irak, Sudani, kepada Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa. Sharaa naik ke tampuk kekuasaan setelah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada bulan Desember. Banyak politisi Irak menentang kehadiran Sharaa karena sejarah masa lalunya yang terkait dengan kelompok militan al-Qaeda di Irak, yang pernah menyebabkan banyak kematian dan kerusakan di negara tersebut.
Pada hari Sabtu, dilaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Irak, Asaad al-Shaibani, yang juga pernah terkait dengan al-Qaeda di Irak, akan hadir di acara tersebut, tetapi bukan sebagai Presiden Suriah. Ini menunjukkan adanya dinamika politik yang kompleks di balik acara ini.
KTT Liga Arab ini menjadi momen penting untuk membahas masalah regional dan mencari solusi perdamaian, meskipun kehadiran beberapa tokoh utama terhambat oleh kontroversi dan ketegangan politik. Banyak yang berharap, meskipun terbatasnya kehadiran beberapa pemimpin, konferensi ini bisa membuka jalan untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Liga Arab Baghdad Presiden Suriah konflik Palestina Irak