Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

DPR RI Tegaskan Fokus Pencegahan Keracunan dalam Program Makan Gratis

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) harus lebih fokus dalam mencegah keracunan yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak dan masyarakat mendapatkan gizi yang cukup tanpa harus khawatir mengalami keracunan.

Charles Honoris menjelaskan bahwa pemberian asuransi tidak seharusnya menjadi prioritas utama dalam program ini. "Karena biasakan asuransi itu diberikan kepada pihak yang memang terancam dengan adanya kecelakaan atau ada risiko terhadap nyawa dan seterusnya," katanya.

Ia menambahkan bahwa insiden keracunan yang terjadi merupakan kelemahan dari sistem yang sudah dirancang. Oleh karena itu, sistem tersebut harus segera diperbaiki. Badan Gizi Nasional juga harus melakukan penelusuran secara ketat terhadap insiden yang sudah terjadi. Jika ditemukan bahwa penyedia makanan lalai atau tidak memenuhi standar, layanan mereka bisa dihentikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis memang menjadi perhatian serius. Insiden ini menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat dan sistem yang lebih baik dalam penyelenggaraan program ini. Pemerintah dan badan terkait diharapkan mampu melakukan evaluasi dan perbaikan agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal tanpa risiko keracunan.

Program ini sendiri bertujuan membantu masyarakat mendapatkan makanan bergizi secara cuma-cuma, terutama bagi anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu. Dengan adanya keracunan yang terjadi, para pihak harus bekerja lebih keras memastikan keamanan dan kualitas makan yang disediakan.

Dalam konteks ini, Charles Honoris menegaskan kembali perlunya fokus pada pencegahan, bukan sekadar memberikan perlindungan melalui asuransi. Pencegahan keracunan harus menjadi prioritas utama agar program ini berjalan efektif dan aman bagi semua penerima manfaat.

library_books Pdiperjuangan