Sejak lama, orang percaya bahwa sarapan adalah makanan terpenting di hari. Sarapan membantu memulai hari dengan baik, memberi energi, dan membantu mengelola berat badan. Namun, banyak orang mulai meragukan manfaat sarapan karena beberapa studi terbaru yang menunjukkan sebaliknya.
Beberapa penelitian besar menyarankan bahwa makan sarapan tidak selalu membantu menurunkan berat badan. Banyak orang, terutama usia muda, mulai melewatkan sarapan. Menurut data dari pemerintah Amerika Serikat, hampir seperempat orang berusia 20 sampai 39 tahun sering melewatkan sarapan, dan secara keseluruhan 15% orang dewasa di sana juga tidak sarapan.
Meski begitu, para ahli gizi mengatakan bahwa sarapan yang sehat tetap penting untuk kebanyakan orang. Mereka menekankan bahwa apa yang kita makan saat sarapan sangat berpengaruh. Contohnya, mengonsumsi kue manis setiap pagi bisa membuat berat badan bertambah, sedangkan makan yogurt dengan buah-buahan bisa membantu menurunkan berat badan.
Salah satu alasan utama makan sarapan adalah untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi penting. Menurut data dari pemerintah, sarapan menyumbang sekitar 42% dari vitamin D dan 30% dari vitamin A, zat besi, serta folat yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Selain itu, sarapan juga membantu mencegah orang makan terlalu larut malam, yang diketahui dapat meningkatkan risiko kegemukan.
Jadi, meskipun ada tren untuk melewatkan sarapan atau mengikuti pola puasa intermiten, para ahli tetap merekomendasikan untuk makan sarapan yang sehat. Jadi, jangan ragu untuk memulai hari dengan sarapan bergizi agar tubuh tetap sehat dan berat badan tetap terkontrol.
sarapan kesehatan berat badan nutrisi studi terbaru