Gempol, 12 Mei 2025 - Tim Jihandak Yon Zipur 10 Pasuruan, beserta Intel Kodim 0819 Pasuruan dan Koramil Gempol, telah menghentikan penyisiran dan pencarian serpihan amunisi sisa truk TNI yang terbakar di tol Gempol Km 774 arah Pandaan. Penghentian kegiatan ini diumumkan oleh Danramil Gempol, Kapten Cz. Sutiyono, pada siang hari ini.
Penyisiran dimulai sejak hari setelah kejadian, yaitu pada H+1, dan berlangsung selama enam hari. Tim melakukan pencarian di sekitar tol Gempol hingga ke area persawahan di Dusun Grogolan, Winong, dan Kemranggeng, Desa Winong, Kecamatan Gempol.
“Hari ini adalah hari terakhir penyisiran dan pencarian serpihan amunisi dari truk TNI yang terbakar. Saya menginformasikan bahwa penyisiran ini telah selesai dilaksanakan,” ungkap Sutiyono.
Selama proses penyisiran, total ada sekitar 30 personel yang dikerahkan untuk memastikan pencarian berjalan efektif. Tim ini terdiri dari gabungan Yon Zipur 10 Pasuruan, Kodim 0819 Pasuruan, dan Koramil Gempol.
“Dalam penyisiran ini, kami menemukan berbagai jenis amunisi, termasuk granat tangan, granat lontar, dan selongsong amunisi. Paling banyak ditemukan adalah selongsong amunisi atau peluru,” tambah Sutiyono.
Meskipun penyisiran telah dinyatakan selesai, Sutiyono tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berada di dekat lokasi kejadian. Ia meminta agar jika warga menemukan amunisi sisa, segera melapor agar bisa ditangani oleh tim TNI. Hal ini penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Tetap hati-hati dan jika ada yang melihat amunisi di sekitar lokasi, segera lapor ke Koramil. Kami akan turun untuk membantu,” harapnya.
penyisiran amunisi truk TNI Gempol warga hati-hati