Gianyar, 13 Mei 2025 - Ketua DPRD Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Sudarsana, menegaskan pentingnya kehadiran negara untuk menindak segala bentuk premanisme yang berkedok organisasi masyarakat (ormas). Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan baru-baru ini.
I Ketut Sudarsana menyatakan, "Kami tolak ormas luar yang berkedok menjaga Bali, apalagi jika ada kecenderungan premanisme. Ini bukan sekadar soal ormas, tapi soal menjaga identitas dan keamanan sosial budaya Bali dari infiltrasi luar yang tidak perlu." Pernyataan ini menunjukkan komitmen DPRD Gianyar untuk melindungi nilai-nilai lokal dan budaya yang ada di Bali.
Dalam konteks ini, I Ketut Sudarsana juga menggarisbawahi pentingnya kearifan lokal dan sistem keamanan tradisional yang sudah terbukti efektif dalam menjaga keharmonisan di Bali. Ia menjelaskan bahwa Bali memiliki desa adat dan pecalang, yang berfungsi sebagai pengaman dan pelindung tradisi serta budaya setempat.
Desa adat di Bali memiliki peranan penting dalam menjaga tradisi dan budaya masyarakat. Pecalang, yang merupakan penjaga keamanan di lingkungan desa adat, membantu memastikan bahwa semua kegiatan di desa berlangsung dengan tertib dan aman. Menurut Sudarsana, sistem ini telah terbukti efektif dan dapat diandalkan dalam menjaga stabilitas sosial dan budaya Bali.
Dengan penegasan ini, I Ketut Sudarsana berharap masyarakat Bali dapat lebih waspada terhadap keberadaan ormas luar yang tidak dikenal. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga identitas dan keamanan Bali agar tetap terjaga dari pengaruh negatif yang bisa merusak nilai-nilai luhur yang telah ada sejak lama.
"Kita harus bersatu untuk melindungi Bali dari segala bentuk ancaman yang bisa merusak keharmonisan yang sudah terjalin selama ini. Mari kita jaga budaya dan tradisi Bali agar tetap hidup dan berkembang," tutup I Ketut Sudarsana.
DPRD Gianyar ormas premanisme Bali keamanan identitas