Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Partai Pekerja Kurdistan Umumkan Pengunduran Diri

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan membubarkan diri dan mengakhiri perjuangan bersenjata mereka. Keputusan ini diambil setelah seruan dari pemimpin mereka yang dipenjara, Abdullah Ocalan, pada bulan Februari lalu.

PKK, yang telah berperang melawan Turki sejak tahun 1980-an, menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan "misi bersejarah" mereka dan membawa masalah Kurdi ke titik di mana dapat diselesaikan melalui politik demokratis.

Dalam pernyataan mereka, PKK meminta agar Ocalan diizinkan untuk mengelola proses pembubaran. Mereka juga meminta jaminan hukum yang solid dan terintegrasi untuk memastikan keberhasilan keputusan mereka.

"Pada tahap ini, penting bagi Majelis Agung Nasional Turki untuk memainkan perannya dengan tanggung jawab sejarah," kata pernyataan PKK.

"Kami juga menyerukan semua partai politik yang diwakili di parlemen, terutama pemerintah dan partai oposisi utama, serta organisasi masyarakat sipil untuk mengambil tanggung jawab dan berpartisipasi dalam proses perdamaian dan masyarakat demokratis."

Pengumuman bersejarah ini muncul setelah konflik yang berlangsung selama 40 tahun antara Turki dan PKK. Awalnya, PKK bertujuan untuk mendapatkan kemerdekaan Kurdi, tetapi kemudian mengubah tujuannya menjadi otonomi dan hak yang lebih besar bagi Kurdi di Turki.

Selama bertahun-tahun, berbagai pemerintah, termasuk pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berusaha menyelesaikan masalah ini melalui penyelesaian hukum. Namun, upaya tersebut tidak berhasil, dan puluhan ribu nyawa hilang akibat konflik ini.

library_books Middleeasteye