Hari Ibu adalah momen spesial yang dirayakan setiap tahun, dan pada hari Minggu, Michelle Li Yuan-feng merasakan keistimewaan yang mendalam saat merayakan hari tersebut dengan putranya, Chen Tsz-kin. Chen, yang berusia hampir 17 tahun, merencanakan makan siang khusus untuk ibunya dengan menyajikan bebek panggang khas Kanton, sebuah hidangan favorit mereka.
Chen Tsz-kin didiagnosis dengan Duchenne muscular dystrophy saat berusia 1,5 tahun. Penyakit ini adalah kondisi langka yang mengakibatkan kelemahan otot progresif, dan mereka yang mengalaminya biasanya memiliki harapan hidup rata-rata hanya sampai usia 18 tahun. Meskipun menghadapi tantangan besar, Chen bertekad untuk menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Selama bertahun-tahun, ibunya, Michelle, telah menciptakan banyak pengalaman berharga yang tak terlupakan untuknya. Mereka pernah mengunjungi dataran tinggi di Kyrgyzstan, serta melakukan berbagai aktivitas ekstrem seperti paragliding dan menyelam. Semua pengalaman ini merupakan bagian dari keputusan awal mereka untuk tidak membiarkan penyakit membatasi kehidupan Chen.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu saya atas semua yang telah dia lakukan untuk saya," ungkap Chen. Dengan penuh rasa syukur, ia menghargai setiap momen yang telah mereka lalui bersama.
Perayaan Hari Ibu kali ini mungkin menjadi salah satu yang terakhir bagi mereka. Namun, kenangan yang tercipta akan selamanya terukir dalam hati mereka. Michelle dan Chen menunjukkan kepada kita semua arti sejati dari cinta dan ketahanan dalam menghadapi tantangan hidup.
Hari Ibu memang merupakan waktu untuk merayakan kasih sayang, dan kisah Chen dan Michelle adalah pengingat tentang pentingnya menghargai setiap detik yang kita miliki bersama orang-orang yang kita cintai.
Hari Ibu Duchenne kanker Hong Kong keluarga