Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ibu di Singapura Kembali Melihat Setelah 1,5 Tahun Buta

Di Singapura, seorang ibu bernama Cassandra mengalami sebuah perjalanan hidup yang penuh tantangan. Setelah melahirkan, ia kehilangan penglihatannya selama 1,5 tahun. Dalam masa-masa sulit itu, ia hanya memiliki satu keinginan: untuk melihat wajah bayinya.

Sebelum menjadi seorang ibu, Cassandra bekerja di bidang perbankan dengan jadwal yang sangat padat, seringkali menghabiskan hingga 18 jam setiap hari untuk menyelesaikan proyek besar dan mencapai kesuksesan cepat. Namun, kehilangan penglihatan membuatnya harus mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan juga karirnya.

Cassandra menjelaskan, "Saya tidak lagi peduli dengan tujuan karir. Saya hanya ingin melihat wajah bayi saya." Perubahan besar dalam hidupnya ini mengajarkan dia tentang pentingnya hubungan yang lebih dalam dan nilai-nilai yang lebih berarti.

Setelah melalui berbagai tantangan, Cassandra kini menjadi ibu dari dua anak dan pendiri sebuah perusahaan bernama COMB. Ia merasa bersyukur bisa melakukan pekerjaan yang dicintainya dan, yang terpenting, bisa melihat kembali wajah-wajah yang sangat dicintainya.

Dalam wawancara singkat, Cassandra memberikan nasihat berharga untuk para perempuan yang berkarir. Ia menyatakan, "Jangan hanya mengejar gelar atau jabatan. Bangunlah fondasi yang kuat — seperti kepercayaan, keterampilan, dan hubungan nyata. Itulah yang akan bertahan lama."

Perjalanan hidup Cassandra mengingatkan kita bahwa nilai-nilai yang ada dalam hidup sering kali lebih penting daripada pencapaian materi. Dalam perayaan Hari Ibu, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para perempuan yang berjuang untuk menemukan keseimbangan antara karir dan keluarga.

Cassandra kini dapat melihat kembali dan merasa bahagia. Ia menjalani hidupnya dengan penuh syukur, mencintai pekerjaan yang dilakukannya dan yang terpenting, dapat melihat wajah anak-anaknya lagi.

library_books Workforcesingapore