Maban County, Sudan Selatan – Awad Usman, seorang petani pengungsi asal Sudan, kini tinggal di sebuah kamp pengungsi di Maban County, Sudan Selatan. Dia sedang berusaha membangun kembali hidupnya setelah banjir besar menghancurkan hasil panennya. Dalam situasi yang sulit ini, Awad tetap berusaha untuk memotivasi dirinya sendiri dengan menyanyi. "Saya menyanyi untuk memotivasi diri saya. Lagu-lagu tidak membantu menumbuhkan tanaman, tetapi membantu mengurangi stres," ujarnya.
UNHCR, badan PBB yang menangani pengungsi, memberikan dukungan kepada petani seperti Awad dengan memberikan akses lahan, benih, alat pertanian, dan pelatihan mengenai praktik pertanian yang baru. Dukungan ini sangat penting bagi petani pengungsi yang sedang berjuang untuk menghidupi keluarga mereka di tengah kondisi yang sulit.
Setelah mengalami kerugian besar akibat bencana alam, para petani di daerah tersebut sangat membutuhkan bantuan untuk dapat kembali bercocok tanam. Dengan adanya bantuan dari UNHCR, Awad dan petani lainnya mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali. Mereka diajarkan teknik pertanian yang lebih baik agar dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko kegagalan di masa depan.
Banjir yang melanda pada tahun lalu menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi oleh petani di kawasan tersebut. Banyak dari mereka kehilangan semua yang mereka miliki. Namun, dengan dukungan yang tepat, seperti yang diberikan UNHCR, diharapkan mereka dapat bangkit kembali dan mencapai kehidupan yang lebih baik.
Setiap donasi yang diberikan dapat membantu Awad dan petani lainnya untuk mendapatkan akses ke sumber daya yang mereka butuhkan. Mari kita dukung mereka agar bisa kembali bercocok tanam dan membangun masa depan yang lebih baik.
Awad Usman pengungsi pertanian Maban County UNHCR