Vatican City – Pada tanggal 11 Mei 2025, Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus Leo XIV, menjadikannya Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik. Prevost, yang lahir di Chicago, Amerika Serikat, dikenal sebagai sosok yang outgoing, down to earth, dan sangat peduli kepada kaum miskin.
Sebelum menjadi Paus, Leo XIV menghabiskan banyak tahun sebagai misionaris di Peru, di mana ia juga menjabat sebagai uskup agung. Pengalamannya di lapangan membuatnya memahami tantangan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dan migran.
Sebagai Paus, Leo XIV diperkirakan akan melanjutkan beberapa reformasi yang telah diinisiasi oleh pendahulunya. Fokus utama perhatian publik saat ini adalah bagaimana ia akan menangani isu-isu penting seperti migrasi, kemiskinan, dan perlindungan lingkungan.
Reformasi Gereja Katolik di bawah kepemimpinan Leo XIV diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Banyak yang berharap bahwa Paus baru ini akan terus memperjuangkan nilai-nilai sosial yang telah menjadi ciri kepemimpinan Paus sebelumnya.
Dengan pemilihan ini, Gereja Katolik memasuki babak baru yang penuh harapan dan tantangan. Para pengamat dan umat Katolik di seluruh dunia akan menantikan pernyataan dan tindakan pertama dari Paus Leo XIV, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi komunitas global.
Paus Leo XIV Gereja Katolik reformasi lingkungan