Xatar, seorang rapper terkenal asal Jerman, ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di Köln pada malam hari, Kamis lalu. Nama asli rapper ini adalah Giwar Hajabi. Kabar ini disampaikan oleh seorang juru bicara dari Kejaksaan Köln.
Menurut pernyataan resmi, Kejaksaan telah memulai proses penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian Xatar. Mereka mencari tahu apakah ada indikasi keterlibatan orang lain dalam kematian rapper tersebut. Untuk tujuan ini, dilakukan juga autopsi, namun sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya, kata pihak kejaksaan. Meski begitu, penyelidikan akan terus berlanjut.
Xatar lahir di Iran dan merupakan anak dari seorang komposer dan dirigen terkenal serta seorang musisi. Ia dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dan sekaligus kontroversial dalam dunia musik rap Jerman. Album-albumnya sering kali menduduki posisi teratas di tangga lagu, namun ia juga pernah terlibat masalah hukum.
Salah satu peristiwa terkenal dalam hidupnya adalah perampokan emas yang ia lakukan pada tahun 2009. Bersama dengan rekannya, Xatar menyerang sebuah mobil pengangkut emas dan berhasil mencuri perhiasan serta emas gigi. Setelah kejadian itu, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara. Dari dalam penjara, ia memulai karier musiknya yang sukses.
Selama kariernya, Xatar juga mendukung banyak artis rap Jerman lainnya, seperti SSIO, Schwesta Ewa, Eno, Mero, dan Sero el Mero. Ia adalah pendiri dan pemilik beberapa label musik, termasuk "Alles oder Nix Records" yang cukup terkenal.
Tidak hanya di dunia musik, Xatar juga dikenal sebagai pengusaha yang aktif. Ia memiliki bisnis di bidang perhiasan, serta mengelola sebuah kedai kebab dan sebuah bar shisha.
Kisah hidup Xatar diangkat dalam sebuah film yang disutradarai oleh Fatih Akin berjudul "Rheingold", yang dirilis di bioskop pada tahun 2022.
Kematian Xatar meninggalkan duka mendalam bagi penggemarnya dan industri musik Jerman. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematiannya.
Xatar rapper Köln kematian musik