Pasar saham saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat sulit, bahkan bagi investor yang sudah berpengalaman. Bulan April menjadi bulan yang sangat fluktuatif bagi pasar saham setelah pengumuman tarif baru yang dilakukan pada tanggal 2 April. Dalam beberapa hari setelah pengumuman tersebut, indeks S&P 500 mengalami penurunan yang dramatis, yang merupakan salah satu yang terparah sejak pandemi COVID-19.
Namun, pasar saham kembali pulih dengan cepat ketika Gedung Putih mengumumkan penangguhan tarif selama 90 hari. Meskipun begitu, Indeks Volatilitas Cboe tetap berada di atas angka 20 selama sebulan penuh, bahkan mencapai angka tertinggi 52,33 pada tanggal 8 April.
Fluktuasi yang tajam ini membuat banyak investor merasa pusing. Untuk memahami perasaan para investor, perusahaan analitik data dan intelijen konsumen, J.D. Power, melakukan survei terhadap 1.190 investor di Amerika Serikat pada pertengahan April. Survei ini merupakan bagian dari laporan terbaru mereka tentang kecerdasan kekayaan.
J.D. Power dikenal karena melakukan survei kepuasan pelanggan dan benchmarking di berbagai industri, termasuk layanan keuangan dan manajemen kekayaan. Dalam survei terbaru mereka, sebanyak 56% responden menyatakan bahwa ini adalah "iklim investasi terberat" yang pernah mereka alami.
Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya kondisi pasar saham saat ini dan bagaimana investor merasakannya. Fluktuasi yang ekstrem membuat banyak orang bertanya-tanya tentang masa depan investasi mereka.
investor pasar saham volatilitas J.D. Power laporan