Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty, baru-baru ini menyampaikan pernyataan penting mengenai perlindungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa negara harus hadir untuk melindungi dan mendampingi UMKM, bukan malah menghalangi upaya ekonomi rakyat.
Evita menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa Toko Mama Khas Banjar, sebuah usaha kecil yang mengalami masalah hukum. Menurutnya, pendekatan yang diambil oleh pihak berwenang terkesan lebih represif. "Saya sangat prihatin atas kasus yang menimpa Toko Mama Khas Banjar yang terkesan lebih memilih pendekatan represif daripada membuka ruang dialog dan pembinaan bagi UMKM. Pelaku UMKM dipenjara, dan usahanya akhirnya tutup," ujar Evita Nursanty.
Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty juga meminta agar pemerintah lebih aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku UMKM. Dia menjelaskan bahwa tidak semua pelaku UMKM memahami regulasi yang ada. Hal ini menjadi penting agar mereka tidak merasa tertekan atau takut akibat ancaman sanksi hukum.
"Jangan sampai kasus yang menimpa Toko Mama Khas Banjar justru mengganggu psikologi pengusaha kecil untuk memulai usaha. Mereka sudah di takut-takuti dengan sanksi dipenjara," tambahnya.
Pernyataan ini menunjukkan kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menciptakan suasana yang mendukung bagi pelaku usaha kecil dan menengah, agar mereka dapat berkontribusi pada perekonomian tanpa rasa takut. Dengan memberikan dukungan yang tepat, diharapkan UMKM dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
DPR RI Evita Nursanty UMKM pemerintah ekonomi rakyat