Seorang penyanyi muda asal Ukraina, Khrystyna Starykova, berbagi cerita pilu mengenai kehancuran rumahnya akibat serangan Rusia di kota Myrnograd. Di usianya yang baru 19 tahun, Khrystyna saat ini berada di Swiss untuk mempersiapkan penampilannya di ajang Eurovision bersama band Ziferblat.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Khrystyna mengungkapkan perasaannya tentang rumahnya yang telah hancur. "Home. And I dreamed so much of returning home,” tulisnya. Ungkapan ini mencerminkan kerinduan dan kesedihan yang mendalam, terutama setelah mengalami kehilangan yang begitu besar.
Khrystyna juga membagikan foto-foto dari gedung apartemennya yang rusak di lingkungan Sviltly. Meskipun rumahnya telah hancur, ia merasa bersyukur karena semua anggota keluarga dan teman-temannya masih hidup dan dalam keadaan baik. "Beruntung semua saudara dan teman saya selamat," ujarnya. Dia bertekad untuk tampil di ajang Eurovision "demi negara kami."
Kehancuran rumah dan lingkungan tempat tinggalnya adalah bagian dari dampak konflik yang berkepanjangan di Ukraina, yang telah mengakibatkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Menurut laporan, banyak warga Ukraina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan yang terus berlangsung.
Khrystyna, yang dikenal dengan suara merdunya, kini menjadi simbol harapan bagi banyak orang di Ukraina. Penampilannya di Eurovision bukan hanya sekadar kompetisi musik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan kebangkitan semangat bagi bangsanya.
Meskipun berada jauh dari rumah, Khrystyna bertekad untuk mengingatkan dunia tentang situasi di Ukraina melalui lagu-lagunya. Dia menyatakan bahwa meskipun semua yang terjadi sangat menyedihkan, dirinya sudah hampir bisa memperkirakan kehancuran ini.
Dengan semangat yang tinggi, Khrystyna siap untuk tampil dan menunjukkan bahwa meskipun dalam keadaan sulit, mereka akan terus berjuang dan berharap untuk masa depan yang lebih baik.
Khrystyna Starykova Ukraina Eurovision rumah hancur serangan Rusia