Ilmuwan dari University of California, San Francisco telah menemukan lima mutasi kunci yang tersebar di empat gen berbeda, yang memungkinkan beberapa orang untuk tidur hanya 3-4 jam setiap malam. Fenomena ini dikenal sebagai "tidur singkat alami" dan dapat dianggap sebagai superpower.
Sementara kebanyakan orang membutuhkan waktu tidur sekitar 8 jam untuk berfungsi dengan baik, mereka yang memiliki mutasi genetik ini dapat mendapatkan pemulihan yang sempurna dalam setengah waktu. Tubuh mereka seolah memiliki "turbocharger efisiensi tidur" yang memproses fungsi pemulihan dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Dalam eksperimen, peneliti menciptakan tikus dengan mutasi genetik yang sama, dan hasilnya menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut juga memerlukan waktu tidur yang lebih sedikit tanpa menunjukkan efek negatif dari periode istirahat yang lebih singkat. Salah satu mutasi, yaitu ADRB1, membuat neuron yang mendorong kewaspadaan di batang otak lebih mudah diaktifkan, seperti memiliki "sakelar" yang lebih sensitif untuk terjaga.
Orang-orang yang tidur singkat secara alami tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berkembang dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa mereka cenderung memiliki ambisi yang luar biasa, energi yang tinggi, dan optimisme yang lebih besar, serta ketahanan yang lebih baik terhadap stres dan rasa sakit. Mereka bahkan mungkin hidup lebih lama dibandingkan dengan orang yang tidur rata-rata.
Genetika Ying-Hui Fu, yang telah mengidentifikasi beberapa ratus individu dengan kemampuan ini di seluruh dunia, menjelaskan, "Orang-orang ini dapat menjalankan semua fungsi yang dilakukan tubuh kita saat tidur dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan kita."
Walaupun pengeditan gen untuk efisiensi tidur belum tersedia, pemahaman tentang mutasi ini bisa mengarah pada pengobatan untuk gangguan tidur dan pendekatan baru untuk meningkatkan kualitas tidur bagi semua orang.
tidur singkat gen penelitian University of California kesehatan