Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencananya untuk mengoperasikan kembali penjara Alcatraz yang terletak di negara bagian California. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social.
Trump menyatakan bahwa Amerika sudah terlalu lama dibebani oleh "penjahat yang jahat dan kekerasan", yang ia sebut sebagai "sampah masyarakat". Dia berencana untuk tidak hanya membuka kembali Alcatraz, tetapi juga memperluas dan merenovasi penjara tersebut agar bisa menjadi simbol bagi keadilan, ketertiban, dan hukum.
Sebuah juru bicara dari Biro Penjara di AS yang bertanggung jawab atas pengelolaan penjara federal, mengungkapkan bahwa lembaga tersebut akan "mematuhi semua perintah dari presiden". Namun, juru bicara tersebut belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kelayakan rencana ini.
Alcatraz ditutup pada tahun 1963, penutupan tersebut disebabkan oleh kondisi infrastruktur yang memburuk dan tingginya biaya operasional. Semua bahan kebutuhan, mulai dari bahan bakar hingga makanan, harus diangkut dengan kapal ke pulau tersebut.
Penjara Alcatraz dikenal sebagai tempat bagi beberapa penjahat paling terkenal di Amerika, termasuk Al Capone, seorang penjahat berat. Selama 29 tahun beroperasi, menurut catatan FBI, ada total 36 pria yang mencoba melarikan diri. Hampir semua dari mereka ditangkap atau tidak selamat dalam usaha pelarian tersebut.
Saat ini, pulau Alcatraz berfungsi sebagai objek wisata dan dikelola oleh National Park Service. Masyarakat dapat mengunjungi pulau ini untuk melihat langsung sejarahnya yang menarik dan menakutkan.
Alcatraz Trump penjara keadilan berita