Israel telah memutuskan untuk memperkuat serangan militernya di Jalur Gaza, yang dikuasai oleh kelompok Hamas. Keputusan ini diambil dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Utama Benjamin Netanyahu dan anggota kabinet keamanan. Berita ini dilaporkan oleh media Israel pada malam hari berdasarkan informasi dari pejabat pemerintah.
Menurut laporan, sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke wilayah tersebut, Israel masih akan berusaha mencapai kesepakatan gencatan senjata dan perjanjian untuk pembebasan sandera dengan Hamas. Namun, Netanyahu telah memberikan izin untuk mempersiapkan serangan militer yang lebih besar.
Jenderal Staf Angkatan Bersenjata Israel, Herzi Halevi, mengonfirmasi mobilisasi besar-besaran reservis yang akan mendukung perluasan tindakan militer di Gaza. Operasi ini sudah berlangsung selama dua bulan, namun bantuan kemanusiaan tidak diizinkan masuk ke wilayah yang terisolasi ini, di mana sekitar dua juta orang tinggal.
Organisasi bantuan telah melaporkan bahwa kondisi di Gaza sangat buruk. Angkatan bersenjata Israel menuduh Hamas menjual kembali bantuan kemanusiaan untuk mendanai operasi dan persenjataan mereka. Dalam rencana yang disetujui oleh kabinet keamanan, mekanisme untuk menyalurkan bantuan telah diperbaiki untuk memperkecil kemungkinan barang-barang tersebut disalahgunakan oleh Hamas.
Namun, sebelum rencana ini diimplementasikan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa mereka tidak mendukung rencana Israel untuk penyaluran bantuan ke Gaza karena adanya kekhawatiran besar terhadap kemanusiaan. Tim kemanusiaan PBB di Gaza mengungkapkan bahwa rencana tersebut melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dasar dan tampaknya dirancang untuk mengontrol barang-barang penting sebagai alat tekanan dalam strategi militer.
Konflik yang berlangsung telah menimbulkan banyak pertanyaan mengenai bagaimana meringankan penderitaan warga sipil di Gaza dan bagaimana mengakhiri kekerasan yang terus berlanjut. Sementara itu, perhatian internasional terus meningkat terhadap situasi di daerah tersebut, dengan banyak yang menyerukan langkah-langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Israel Gaza Hamas konflik operasi militer