Konser yang dijadwalkan untuk berlangsung di Bristol, Inggris, pada 23 Juni mendatang oleh penyanyi Israel Dudu Tassa dan gitaris Radiohead Jonny Greenwood telah dibatalkan. Pembatalan ini terjadi setelah adanya tekanan dari gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS).
Gerakan BDS menyatakan bahwa mereka menyambut baik pembatalan konser tersebut. Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada hari Jumat, mereka mengatakan, "Konser Jonny Greenwood dan Dudu Tassa akan menutupi genosida yang terjadi terhadap 2,3 juta warga Palestina di Gaza serta sistem apartheid yang mendasarinya."
BDS juga mengingatkan bahwa Jonny Greenwood, yang merupakan gitaris dari Radiohead dan The Smile, pernah tampil di Tel Aviv, Israel, bersama Dudu Tassa pada bulan Mei 2024. Pada malam itu, mereka menyebutkan bahwa pasukan Israel melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina yang terpaksa mengungsi di Rafah, yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
Dudu Tassa juga dikritik karena sering tampil untuk tentara Israel. Gerakan BDS menyebutnya sebagai "duta budaya untuk Israel yang menerapkan apartheid," dan meminta agar konser yang dijadwalkan pada 25 Juni di Hackney Church juga dibatalkan.
Pembatalan ini menyoroti ketegangan yang ada seputar isu Palestina dan Israel serta dampak dari gerakan BDS yang terus berusaha untuk menggalang dukungan internasional terhadap hak-hak rakyat Palestina. Konser yang awalnya diharapkan dapat menjadi hiburan, kini menjadi sorotan karena latar belakang politik yang kompleks.
Dudu Tassa Jonny Greenwood BDS konser Palestina