Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

China Tetap Klaim Sebagai Negara Berkembang

Setelah Partai Komunis mengambil alih kekuasaan di China pada tahun 1949, negara ini mulai memposisikan dirinya sebagai juara bagi dunia yang sedang berkembang. Hingga saat ini, China masih melihat dirinya dalam peran tersebut.

Para pembuat kebijakan di Beijing mengacu pada tantangan yang masih ada, seperti kemiskinan pedesaan yang berkepanjangan, untuk membenarkan status mereka sebagai negara berkembang. Meskipun demikian, negara-negara kaya sangat menginginkan China untuk mengambil peran yang lebih besar di panggung internasional.

Kepentingan China sering kali mencerminkan kepentingan kekuatan besar, sehingga sikapnya yang seperti "underdog" terkadang terlihat hipokrit. Hal ini menciptakan perdebatan mengenai sejauh mana China benar-benar masih bisa dianggap sebagai negara berkembang.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pengaruh yang semakin meluas, banyak orang bertanya-tanya apakah sudah saatnya bagi China untuk beranjak dari label negara berkembang.

Dari kemiskinan di pedesaan hingga pertumbuhan kota yang megah, realitas di China sangat kompleks. Di satu sisi, masih ada banyak warga yang hidup dalam kemiskinan, tetapi di sisi lain, China telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Oleh karena itu, penting untuk melihat dengan seksama bagaimana China memanfaatkan posisinya saat ini dalam konteks global. Dalam pandangan banyak negara maju, China seharusnya sudah mampu mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan berkontribusi lebih banyak pada masalah dunia, tanpa mengandalkan status negara berkembangnya.

Foto: Getty Images

library_books Theeconomist