Kelompok dagang yang bernama Footwear Distributors & Retailers of America (FDRA) baru-baru ini mengirimkan surat kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan permohonan untuk mengecualikan sepatu dari tarif timbal balik yang sedang diberlakukan. Surat ini ditandatangani oleh banyak produsen ternama, termasuk Nike, Adidas America, dan Skechers.
Surat FDRA yang ditulis pada tanggal 29 April 2025 tersebut juga mendapatkan dukungan dari 76 perusahaan alas kaki lainnya, seperti Deckers Brands, Capri Holdings, Under Armour, dan VF Corp.
Perusahaan-perusahaan ini banyak yang memiliki pabrik di China, dan juga di negara-negara lain yang dikenakan tarif tinggi oleh kebijakan Trump. Tarif ini membuat biaya produksi mereka semakin meningkat, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga jual sepatu di pasaran.
FDRA mengungkapkan bahwa dengan adanya tarif ini, tidak hanya perusahaan yang terpengaruh, tetapi juga pekerja dan konsumen yang akan merasakan dampaknya. Mereka berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan keputusan ini demi kelangsungan industri sepatu di Amerika.
Dengan banyaknya dukungan dari berbagai perusahaan besar, FDRA berharap suaranya dapat didengar oleh pemerintah. Para pemimpin industri sepatu ini percaya bahwa mengecualikan sepatu dari tarif akan membantu menjaga stabilitas pasar dan mencegah kerugian yang lebih besar bagi berbagai pihak.
Kebijakan tarif ini menjadi salah satu topik hangat di kalangan pengusaha dan pemerintah, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Dengan semakin banyaknya suara yang menolak tarif ini, apakah Presiden Trump akan mempertimbangkan untuk mengubah kebijakannya? Hanya waktu yang akan menjawab.
sepatu tarif Donald Trump FDRA perusahaan alas kaki