San Francisco, 1 Mei 2025 – Di jantung kota San Francisco, tepatnya di seberang Union Square, sebuah toko baru yang menarik perhatian dibuka oleh startup World, yang sebelumnya dikenal sebagai Worldcoin. Toko ini memiliki fokus khusus pada teknologi pemindaian mata, yang dikenal dengan sebutan orb. Peluncuran ini menandai ekspansi perusahaan ke pasar Amerika Serikat dengan tujuan untuk lebih baik mengidentifikasi manusia di era kecerdasan buatan yang semakin canggih.
Teknologi orb ini memungkinkan pengguna untuk memindai mata mereka, menyimpan data tersebut di blockchain, dan mengonfirmasi identitas mereka sebagai "manusia". Dengan cara ini, pengguna bisa melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berbelanja, bermain video game, hingga mendaftar di aplikasi kencan yang akan hadir segera.
Pada hari pembukaan, toko ini terlihat lebih ramai dengan staf PR dibandingkan dengan pelanggan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pemindaian orb hanya dapat dilakukan melalui janji temu. Penting untuk dicatat bahwa pelanggan tidak dapat membeli orb di toko ini; tempat ini hanya memberikan akses kepada pengguna untuk mencoba teknologi pemindaian mata World. Di dalam toko, terdapat struktur kayu dengan delapan orb yang siap digunakan oleh pelanggan.
Beberapa orang yang telah memesan janji temu lebih awal menghadapi masalah ketika mencoba memindai mata mereka, yang membuat para pekerja di lokasi tersebut kebingungan. Kebanyakan staf yang hadir berasal dari kalangan teknisi dan insinyur, sehingga suasana menjadi sangat teknis dan serius. Jika Anda berharap untuk berbicara dengan seseorang yang tidak memiliki latar belakang teknologi atau sains, maka hari pembukaan ini mungkin bukan tempat yang tepat.
Salah satu pengunjung yang lewat, yang sedang menuju konferensi cybersecurity RSA di kota tersebut, sempat menghampiri para petugas pintu untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Dia menyatakan ketidakpercayaannya terhadap keamanan teknologi ini. "Ini konsep yang keren, tetapi saya tidak yakin seberapa amannya," katanya. "Saya tidak ingin membagikan informasi biometrik saya hanya untuk mendapatkan kode QR," lanjutnya. Dia juga menambahkan, "Kode QR saya sudah ada di sini," sembari menunjuk wajahnya. "Dan saya bisa menggunakannya kapan saja."
Dengan langkah ini, World berharap dapat meningkatkan cara orang berinteraksi dengan teknologi dan memberikan solusi baru di tengah tantangan yang dihadapi oleh kecerdasan buatan. Namun, ketidakpastian mengenai keamanan data pribadi tetap menjadi perhatian utama masyarakat.
World pemindaian mata teknologi San Francisco Sam Altman