Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di area penguatan hingga akhir perdagangan hari Rabu. IHSG menguat sebanyak 17 poin atau sekitar 0,26%, dan berada di posisi 6.766.
Di sisi lain, pergerakan saham di bursa Asia terlihat campur aduk. Hal ini disebabkan oleh potensi penurunan ketegangan perdagangan global yang terhambat oleh prospek ekonomi yang memburuk. Banyak perusahaan mulai merasakan dampak dari tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi ini adalah penurunan aktivitas manufaktur di Tiongkok. Pada bulan April, aktivitas ini turun lebih dari yang diperkirakan, mencapai level terendah dalam hampir dua tahun. Penurunan ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur Tiongkok telah memasuki wilayah kontraksi, yang berarti ada penurunan dalam produksi dan pengiriman barang. Hal ini jelas dipengaruhi oleh meningkatnya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang berdampak negatif pada perdagangan bilateral mereka.
Dengan IHSG yang tetap menguat di tengah pergerakan bursa Asia yang bervariasi, banyak yang bertanya-tanya mengenai soliditas IHSG. Apakah IHSG dapat terus bertahan meskipun ada ketidakpastian di pasar global?
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi pasar dan perkembangan terkini, simak pembahasan lengkapnya hanya di Market Buzz.
IHSG bursa Asia perdagangan ekonomi manufaktur Tiongkok