IHSG Menguat Terbatas, Sektor Properti Tampil Cemerlang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan terbatas sebesar 0,34% di level 6.789,49 pada sesi I hari Jumat, 2 Mei 2025. Penguatan ini terjadi setelah IHSG menyentuh level psikologis 6.800.
Dalam sesi perdagangan tersebut, beberapa sektor menunjukkan kinerja yang baik. Sektor properti, misalnya, mengalami kenaikan sebesar 1,31%. Selain itu, saham-saham seperti PANI dan CBDK juga mencatatkan penguatan signifikan masing-masing sebesar 3,3% dan 10,82%.
Sektor infrastruktur juga tidak ketinggalan, dengan ISAT yang melonjak 8,86% dan sektor barang baku yang naik 1,04%, dengan ANTM mencatatkan penguatan 5%. Namun, sektor barang konsumen primer justru mengalami penurunan 1,17%, dengan GGRM turun 2,99%.
Saham perbankan menjadi penggerak utama IHSG, di mana BMRI menyumbang 5,29 indeks poin dan BBCA menyumbang 5,12 indeks poin. Namun, penguatan saham perbankan terutama untuk BBCA terpangkas, karena saham tersebut belum mampu bertahan di level Rp9.000 per saham.
Dari sisi global, bursa ekuitas Wall Street juga menunjukkan tren positif. Pada hari Kamis, Dow dan S&P 500 mencatatkan kenaikan untuk sesi kedelapan beruntun. Kenaikan ini didorong oleh kinerja yang solid dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Meta, yang membantu meredakan kekhawatiran tentang pengeluaran untuk kecerdasan buatan.
Dengan penguatan IHSG yang terbatas setelah menyentuh level 6.800, pertanyaan muncul mengenai sektor dan saham mana saja yang masih direkomendasikan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menyaksikan pembahasan di IDX 2nd session closing yang akan disiarkan langsung pada sore ini pukul 15:30 WIB di IDX Channel. Saluran yang dapat diakses antara lain MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, INDI HOME Ch 119, FIRST MEDIA Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137, dan MY REPUBLIK Ch 576. Selain itu, acara ini juga dapat disaksikan melalui LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV yang tersedia di APPS store.
IHSG sektor properti bursa saham Wall Street penguatan