Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Investasi Indonesia Capai Rp465,2 Triliun di Q1 2025

Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa realisasi investasi di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025 mencapai Rp465,2 triliun. Angka ini setara dengan sekitar 24,4% dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp1.905,6 triliun.

Selama kuartal pertama, sektor usaha di Indonesia juga menyerap tenaga kerja sebanyak 594.104 orang. Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk memberikan dampak positif terhadap lapangan kerja di berbagai sektor.

Kementerian Investasi/BKPM juga mencatat bahwa total realisasi investasi di bidang hilirisasi pada kuartal ini mencapai Rp136,3 triliun. Capaian ini memberikan kontribusi sekitar 29,3% dari total realisasi investasi di Q1 2025.

Menurut Rosan, seorang pejabat di Kementerian Investasi, realisasi investasi di bidang hilirisasi mengalami kenaikan 1,04% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan melonjak 79,82% dibandingkan dengan tahun lalu. Investasi di sektor hilirisasi ini terdiri dari beberapa sektor, antara lain:

  • Sektor mineral sebesar Rp97,6 triliun
  • Sektor migas sebesar Rp6,55 triliun
  • Sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp31,12 triliun
  • Sektor perikanan dan kelautan sebesar Rp1,03 triliun
  • Dengan angka-angka ini, terlihat bahwa investasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.

    Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai investasi di Indonesia, saksikan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo yang ditayangkan pada Rabu, 30 April 2025, pukul 21.00 – 21.30 WIB. Program ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel dan juga melalui live streaming di www.idxchannel.com.

    library_books Idx Channel