Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Putin Umumkan Gencatan Senjata, Ukraina Menyebutnya Tipu Daya

Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari di Ukraina, yang bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Namun, reaksi dari Ukraina menunjukkan skeptisisme dan ketidakpercayaan terhadap tawaran ini.

Dalam sebuah pernyataan malam hari, Presiden Ukraina, Volodymyr Selenskyj, menyebut usulan tersebut sebagai "manipulasi baru". Dia mengungkapkan bahwa gencatan senjata yang diminta hanya bertujuan untuk memberikan waktu bagi Putin agar dapat merayakan hari kemenangan di Rusia pada 9 Mei. "Seolah-olah semua orang harus menunggu sampai 8 Mei untuk menghentikan tembakan, hanya agar Putin bisa tenang untuk parade-nya," ujarnya.

Selenskyj menekankan bahwa tidak ada alasan untuk menunggu hingga 8 Mei. Dia juga mengusulkan agar gencatan senjata diperpanjang, bukan hanya beberapa hari, agar tidak kembali ke situasi saling menyerang setelahnya. “Kami percaya, dan dunia juga percaya, bahwa gencatan senjata harus lebih lama,” tambahnya.

Namun, Putin belum bersedia untuk menyetujui gencatan senjata yang penuh dan tanpa syarat. Sebaliknya, Rusia meminta agar pengiriman senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina dihentikan, serta mobilisasi yang sedang dilakukan oleh Ukraina.

Sementara itu, serangan di Ukraina dan Rusia masih terus berlangsung. Menurut laporan dari Angkatan Udara Ukraina, Rusia telah meluncurkan 100 drone dalam semalam. Selain itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 91 drone Ukraina pada malam sebelum Selasa.

Situasi perang di Ukraina terus memanas, dan banyak pihak menunggu langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua negara. Apakah gencatan senjata ini benar-benar akan membawa perdamaian atau hanya menjadi strategi untuk keuntungan militer, masih menjadi tanda tanya besar.

library_books Tagesschau