Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Toko Keramik di Bornholm Jadi Destinasi Wisata

Seorang tokoh keramik di pulau Bornholm, Denmark, bernama Lov i Listed, menarik perhatian banyak orang meskipun hanya buka 348 hari dalam setahun dan tidak memiliki toko online. Toko ini tidak pernah buka setelah pukul 2 siang. Meskipun demikian, peralatan makan yang dihasilkan dari toko ini sangat diminati, sehingga banyak penggemar yang rela melakukan perjalanan berulang kali ke pulau tersebut, berharap bisa berkunjung saat toko ini buka.

Para pelanggan yang beruntung dapat mendaftar dalam daftar tunggu yang tidak diiklankan. Beberapa dari mereka bahkan harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa memesan produk dari Lov i Listed. Transformasi keramik sederhana ini menjadi simbol status yang tenang disebabkan oleh kombinasi lokasi yang unik, kerja sama penting dengan seorang koki bintang Michelin, dan tekad penciptanya untuk tidak mengikuti permintaan yang terus meningkat.

Bornholm, yang lebih dekat ke Swedia dibandingkan dengan daratan Denmark dan memiliki kurang dari 40.000 penduduk, menjadi rumah bagi sejumlah studio keramik terkenal. Oh Oak menyediakan peralatan makan untuk restoran KOKS yang berbintang Michelin di Kepulauan Faroe, sementara Anne Mette Hjortshøj juga terkenal setelah produk mereka muncul di acara hit FX, "The Bear". Lov i Listed kini telah menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi.

Torben Lov, pemilik toko dan pembuat keramik berusia 73 tahun, sangat terkejut dengan kesuksesan ini. Ia dibesarkan di Bornholm dan menyelesaikan pendidikan keramik di pulau tersebut. Bersama istrinya, Susanne Lov, 68 tahun, mereka meluncurkan Lov i Listed pada tahun 2002 dengan serangkaian peralatan makan—20 komponen sederhana dalam lima warna tenang. Torben membuat cukup banyak produk untuk mengisi rak tokonya, menggunakan studio kecilnya dengan alat tradisional, seperti timbangan logam, catatan tangan, dan roda cetak yang dioperasikan dengan kaki.

Torben menggunakan tanah liat yang diimpor dari Jerman, yang ia ukur, bentuk, dan bakar sendiri. Ia pernah mencoba meningkatkan produksi dengan mempekerjakan orang lain, tetapi tidak ada yang memenuhi standar yang ia inginkan. "Segalanya memerlukan waktu," ungkap Lov sambil mengangkat bahu.

Dengan semua keunikan dan keterbatasan yang ada, Lov i Listed berhasil menarik perhatian dan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Bornholm. Banyak orang kini mengunjungi toko ini bukan hanya untuk membeli keramik, tetapi juga untuk merasakan pengalaman unik yang ditawarkan oleh toko ini.

library_books Wsj