Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pertumbuhan Superkomputer AI: Biaya dan Energi yang Meningkat

Superkomputer berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat. Menurut sebuah studi terbaru, diperkirakan pada tahun 2030, satu superkomputer AI dapat membutuhkan hingga 2 juta chip, dengan biaya sekitar $200 miliar, dan menggunakan energi setara dengan sembilan reaktor nuklir.

Sejak tahun 2019 hingga 2025, biaya dan kebutuhan energi dari pusat-pusat AI terkemuka telah meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan efisiensi energi yang ada.

Saat ini, sistem paling kuat, yaitu Colossus dari xAI, sudah beroperasi dengan 200.000 chip, menghabiskan biaya sekitar $7 miliar, dan menggunakan cukup listrik untuk memberi daya pada 250.000 rumah.

Perusahaan swasta kini menguasai 80% dari infrastruktur AI, melampaui proyek-proyek publik. Investasi besar seperti Stargate dari OpenAI yang mencapai $500 miliar dan ekspansi besar dari NVIDIA menunjukkan betapa seriusnya perlombaan AI ini, dengan Amerika Serikat memimpin dalam kekuatan komputasi global.

Namun, semua pertumbuhan ini datang dengan biaya yang tidak sedikit. AI membutuhkan banyak energi, air, dan lahan, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan dan ekonomi. Baru-baru ini, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti AWS dan Microsoft menunjukkan tanda-tanda perlambatan, yang menunjukkan bahwa bahkan pemain terbesar mungkin sedang mengerem, setidaknya untuk saat ini.

Pertumbuhan superkomputer AI ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Dengan biaya dan dampak lingkungan yang terus meningkat, penting bagi kita untuk memahami bagaimana teknologi ini berkembang dan apa konsekuensinya bagi planet kita.

library_books Theaipage