Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Diskumau dan ICRC Bahas Hukum Siber dalam Operasi Udara

Jakarta, 24 April 2025 - Dinas Hukum TNI Angkatan Udara (Diskumau) bekerja sama dengan Delegasi Regional Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menggelar diskusi bertema "Aspek Hukum Penggunaan Siber dalam Operasi Udara" di Persada Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kegiatan ini diadakan untuk membahas dan memperkuat pemahaman mengenai hukum yang berlaku dalam penggunaan teknologi siber dalam konteks operasi militer udara.

Kepala Dinas Hukum TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Agus Pramono, S.H., LL.M., Ph.D., dalam sambutannya menyatakan bahwa diskusi ini menjadi forum penting untuk pertukaran pandangan mengenai hukum siber. "Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara TNI AU dan ICRC serta memberikan kontribusi dalam pengembangan doktrin dan kebijakan hukum dalam operasi udara modern," ujarnya.

Diskusi ini dihadiri oleh Kepala Delegasi Regional ICRC, Mr. Vincent Ochilet, beserta anggota delegasi lainnya, termasuk Mr. Lloyd Gillett, Mr. Johan Guillaume, dan Mrs. Tamalin Bolus. Selain mereka, hadir pula pejabat-pejabat dari jajaran Diskumau dan TNI AU lainnya.

Dalam era teknologi yang terus berkembang, penting bagi para pemangku kepentingan untuk memahami dan menerapkan ketentuan hukum dalam penggunaan teknologi siber. Hal ini menjadi semakin relevan dalam konteks operasi militer yang melibatkan udara. Melalui diskusi ini, diharapkan semua pihak dapat memperoleh wawasan yang lebih baik mengenai tantangan dan peluang yang ada.

TNI Angkatan Udara terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan hukum dalam setiap aspek operasionalnya, terutama dalam penggunaan teknologi modern seperti siber. Kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semua operasi dilakukan dengan mematuhi hukum yang berlaku.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang lebih baik antara TNI AU dan ICRC, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan kebijakan hukum di masa depan.

"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati".

library_books Militer Udara