Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

63% Warga AS Menolak Deportasi Imigran Hukum

Sebuah jajak pendapat terbaru yang diterbitkan oleh The New York Times menunjukkan bahwa 63% pemilih di Amerika Serikat menolak deportasi imigran yang secara sah telah berprotes terhadap Israel. Penemuan ini menjadi sorotan setelah penulis dan profesor asal Amerika yang mengajar di Universitas Maryland membagikan grafik dari jajak pendapat tersebut melalui platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Dalam unggahannya, ia menyatakan bahwa "kebanyakan orang Amerika memahami bahwa tindakan ini tidak konstitusional."

Jajak pendapat ini muncul di tengah meningkatnya tindakan keras dari pemerintahan Donald Trump terhadap imigran dan mahasiswa yang terlibat dalam protes terhadap perang Israel di Gaza. Pada hari Jumat, pemerintah Trump mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan keputusan sebelumnya yang mencabut ribuan visa mahasiswa asing di pengadilan federal.

Sebelumnya, Middle East Eye melaporkan bahwa setidaknya 1.500 visa mahasiswa telah dicabut tanpa pemberitahuan kepada universitas mengenai perubahan status mahasiswa tersebut atau alasan di balik pencabutan visa. Tindakan mendadak pemerintahan Trump ini muncul setelah beberapa minggu mendapat sorotan dari pengadilan, di mana banyak perintah penahanan dikeluarkan oleh hakim untuk menghentikan langkah tersebut.

Para kritikus menyebut pencabutan catatan mahasiswa dari database federal yang bernama Student and Exchange Visitor Information System (SEVIS) sebagai tindakan ilegal. Pemerintahan Trump menggunakan undang-undang imigrasi yang jarang sekali diterapkan, yang memungkinkan menteri luar negeri untuk mencabut status imigrasi jika dianggap kehadiran mereka mengancam kebijakan luar negeri AS.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa Washington akan mencabut visa yang telah dikeluarkan sebelumnya jika mahasiswa terlibat dalam aktivisme sosial. Tindakan ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang kebebasan berbicara dan hak-hak imigran di Amerika Serikat, serta dampaknya terhadap mahasiswa internasional yang ingin mengekspresikan pendapat mereka.

library_books Middleeasteye