Pada pagi hari Sabtu, pemimpin dunia, para kardinal, dan ribuan pelayat berkumpul dengan khidmat di depan Basilika Santo Petrus untuk pemakaman Paus Fransiskus. Acara ini menggambarkan penghormatan yang mendalam bagi seorang pemimpin spiritual yang sangat dihormati di seluruh dunia.
Di bawah bayang-bayang kubah megah karya Michelangelo, para pejabat kerajaan dan pemerintah duduk di sisi kanan altar, sementara para kardinal mengambil tempat di sisi kiri. Pemakaman ini dihadiri oleh sekitar 50 kepala negara atau pemerintahan, termasuk Presiden Donald Trump dan banyak pemimpin Eropa lainnya yang merasa terpengaruh oleh pandangannya tentang politik dunia dan perdagangan.
Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump duduk di barisan depan, menunjukkan betapa pentingnya acara ini. Di antara para pemimpin dunia yang hadir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga terlihat. Dia dan Presiden Trump bertemu di sela-sela pemakaman Paus, meskipun mereka duduk tidak jauh satu sama lain. Selain itu, mantan Presiden Joe Biden, yang memiliki hubungan dekat dengan Paus Fransiskus, juga terbang ke Roma untuk menghadiri pemakaman tersebut. Dia duduk beberapa baris di belakang Presiden Trump.
Acara pemakaman ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang Paus Fransiskus, tetapi juga menjadi panggung untuk diplomasi yang tidak biasa di antara para pemimpin dunia. Momen-momen seperti ini menunjukkan bagaimana peristiwa besar dapat mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.
Pemakaman ini menjadi salah satu momen bersejarah yang akan diingat, bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi semua orang yang menghargai kontribusi Paus Fransiskus dalam memperjuangkan perdamaian dan persatuan di dunia.
Paus Fransiskus pemakaman pemimpin dunia Basilika Santo Petrus