Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengirimkan misi kemanusiaan ke Myanmar untuk memberikan bantuan transisi darurat kepada korban gempa yang mengguncang wilayah utara Myanmar pada 28 Maret 2025 lalu. Tim ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan setelah bencana tersebut.
Tim yang dikirim terdiri dari Syahri Ramadhan sebagai koordinator relawan, Dwi Kurniawan yang bertugas di bidang data dan media, serta Satriyo Yudo Budi Wicaksono yang akan menangani logistik darurat. Mereka berangkat dari Jakarta menuju Yangon, Myanmar, sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah yang terdampak gempa.
Saat berada di lokasi, tim Muhammadiyah akan menilai kebutuhan masyarakat yang terdampak dan mengidentifikasi mitra lokal yang dapat membantu dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi. Wilayah yang menjadi target bantuan ini meliputi Nay Pyi Taw (NPT), Sagaing, dan Mandalay.
Menurut Syahri Ramadhan, koordinator tim, bantuan yang akan diberikan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup di permukiman darurat. "Melihat item-item bantuan, ini sangat berguna bagi dukungan kebutuhan hidup di permukiman darurat, seperti barang kebutuhan dasar rumah tinggal; hunian darurat berupa tenda; peralatan kebersihan; peralatan air bersih dan sanitasi; alat untuk pembersihan sisa reruntuhan; serta bantuan multi guna dalam bentuk uang," jelasnya.
Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh kelompok rentan yang tinggal di tenda dan pemukiman darurat. Rencananya, Muhammadiyah akan mendistribusikan bantuan ini langsung kepada 1.000 keluarga dan 400 individu dengan dukungan dari mitra lokal, Phoenix.
Selain itu, MDMC dan LazisMu juga telah membuka rekening donasi nasional untuk mendukung bantuan jangka menengah dan panjang. Muhammadiyah juga menjalin koordinasi dengan berbagai organisasi kemanusiaan lokal dan internasional untuk memastikan bahwa distribusi bantuan dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
Program bantuan ini direncanakan akan berlangsung dari tanggal 24 April hingga 7 Mei 2025, dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas bantuan yang diberikan.
Muhammadiyah misi kemanusiaan Myanmar bantuan gempa