Dalam sebuah insiden terbaru, tentara India dan Pakistan terlibat baku tembak di kawasan Kasymir. Menurut seorang pejabat pemerintah di bagian Kasymir yang dikuasai Pakistan, tembakan terjadi di Lembah Leepa, di sepanjang garis kontrol yang memisahkan kedua negara. Insiden ini dilaporkan terjadi pada malam hari dan menjadi semakin memanas setelah serangan teroris yang menewaskan 26 orang wisatawan di Pahalgam, wilayah yang dikuasai India, pada hari Selasa lalu.
Pejabat pemerintah Syed Ashfaq Gilani menyatakan bahwa tidak ada warga sipil yang terdampak oleh baku tembak tersebut. Namun, situasi ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki sejarah konflik yang panjang, terutama terkait wilayah Kasymir.
Sejak serangan mematikan terhadap wisatawan, kedua negara saling melakukan tindakan balasan. India mengumumkan pengusiran semua warga negara Pakistan yang berada di wilayahnya hingga hari Selasa mendatang. Sementara itu, Pakistan merespons dengan mengusir diplomat India dan mengumumkan penghentian perdagangan dengan India.
Dalam menghadapi ketegangan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan agar kedua negara menahan diri. Seorang juru bicara PBB menyatakan bahwa semua masalah antara Pakistan dan India seharusnya diselesaikan secara damai melalui dialog yang konstruktif dan saling menguntungkan.
Kekerasan yang terjadi di Pahalgam membuat dunia semakin khawatir tentang stabilitas di kawasan tersebut. Kasymir, yang terletak di pegunungan Himalaya, telah menjadi sumber pertikaian sejak India dan Pakistan merdeka pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim wilayah ini sepenuhnya, namun masing-masing hanya menguasai sebagian.
Ketegangan yang terus meningkat ini menandakan bahwa situasi di Kasymir tetap sangat rentan. Kedua negara diharapkan dapat menemukan jalan keluar untuk menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan keamanan regional dan global.
India Pakistan Kasymir Konflik Penembakan Turis