Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Donald Trump Lambat Menyelesaikan Konflik Ukraina

Setelah berjanji untuk menghentikan perang di Ukraina dalam sehari setelah dilantik, Donald Trump kini menghadapi tantangan besar. Dalam seratus hari pertamanya sebagai presiden, Trump belum berhasil mencapai bahkan gencatan senjata jangka pendek, apalagi kesepakatan damai.

Menurut peringatan dari J.D. Vance, wakil presiden Trump, ia tampaknya bersiap untuk "meninggalkan" proses yang ternyata jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan banyak orang, kecuali Trump dan timnya sendiri.

Saat ini, Amerika Serikat sedang mengajukan proposal yang dapat memberikan penghargaan kepada agresi Rusia. Proposal tersebut termasuk pengakuan resmi atas aneksasi ilegal Crimea, janji bahwa Ukraina tidak akan pernah diizinkan bergabung dengan NATO, dan penghentian sanksi terhadap Rusia.

Namun, hingga saat ini, tidak ada pihak yang mendukung proposal tersebut. Pertanyaan besar yang muncul sekarang adalah, apa yang akan terjadi selanjutnya dalam konflik ini? Bagaimana langkah Trump selanjutnya?

Perkembangan situasi di Ukraina ini sangat penting untuk diamati. Masyarakat di seluruh dunia berharap agar konflik ini dapat segera diselesaikan demi keamanan dan perdamaian.

Foto: Getty Images

library_books Theeconomist