Tiga negara Eropa, yaitu Jerman, Prancis, dan Inggris, telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik tindakan Israel di Jalur Gaza. Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri dari ketiga negara menilai blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima". Mereka juga menyebut rencana untuk menempatkan pasukan secara permanen di daerah pesisir Gaza sebagai "tidak dapat diterima".
"Keputusan Israel untuk memblokir akses bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah sesuatu yang tidak dapat diterima," tulis mereka dalam pernyataan tersebut. Pernyataan ini juga mengecam komentar dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebutkan bahwa penundaan pengiriman bantuan adalah alat untuk menekan Hamas, kelompok yang menguasai Gaza.
Para menteri luar negeri mengingatkan bahwa baik rencana untuk tinggal di Gaza maupun pernyataan Katz dapat merugikan "peluang untuk perdamaian". Annalena Baerbock dari Jerman, Jean-Noël Barrot dari Prancis, dan David Lammy dari Inggris menekankan bahwa "bantuan kemanusiaan tidak boleh digunakan sebagai alat politik, dan wilayah Palestina tidak boleh diperkecil atau mengalami perubahan demografis".
Mereka juga meminta Israel untuk "melakukan lebih banyak lagi untuk melindungi warga sipil, infrastruktur, dan para pekerja kemanusiaan". Selain itu, mereka menyerukan agar Hamas segera membebaskan warga Israel yang ditangkap di Gaza.
"Hamas tidak boleh menggunakan bantuan untuk keuntungan finansialnya dan tidak boleh menggunakan fasilitas sipil untuk tujuan militer," tegas mereka dalam pernyataan tersebut.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, juga mendesak Hamas untuk membebaskan sisa-sisa sandera Israel di Gaza. "Rakyat kami yang membayar harga (atas penculikan), bukan Israel. (...) Biarkan mereka pergi," ungkap Abbas. Ia menambahkan bahwa dengan menahan sandera, Hamas hanya memberikan Israel alasan untuk melakukan tindakan "kejahatan" di Gaza.
Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran yang mendalam dari komunitas internasional terhadap situasi di Gaza dan pentingnya perlindungan bagi warga sipil serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang tidak terhalang.
Gaza Jerman Prancis Inggris Israel bantuan kemanusiaan